KEBIASAAN itu ASET, ataukah Tanggung Jawab?

Sekilas, kebiasaan adalah rutinitas kecil dan tidak membahayakan. Rutinitas membantu mengatur aktivitas setiap hari dan memberi hidup penuh arti. Tetapi tidak semua kebiasaan kita itu kecil … atau tidak membahayakan. Sebenarnya, jika semua yang dikatakan dan dilakukan adalah siapa kita … dan menjadi apa … adalah akumulasi dari kebiasaan baik dan buruk … akumulasi dari kebiasaan produktif dan kebiasaan tidak produktif, maka seperti kata bijak: “Orang tidak menentukan masa depan. Mereka menentukan KEBIASAAN … dan kebiasaan MENENTUKAN MASA DEPAN.”
 
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita meningkatkan kesadaran tentang keuntungan jangka panjang dari memilih kebiasaan … kebiasaan produktif ataukah kebiasaan tidak produktif. Kita harus memupuk kebiasaan produktif … dan harus berusaha menggantikan kebiasaan yang tidak produktif dengan yang produktif. Itulah sebabnya perlu memilih setiap kebiasaan dengan sangat hati-hati, karena Anda bisa memiliki kebiasaan itu selama sisa hidup Anda!

Kekuatan Ajaib: IMAJINASI Kreatif

Tuhan memberikan karunia kepada manusia dengan suatu perlengkapan unggul untuk hidup di dunia ini, agar bisa mencapai kesuksesan. Perlengkapan itu adalah imajinasi kreatif, kekuatan yang bisa membuat suatu keajaiban di dunia; suatu kekuatan yang tidak dimiliki makhluk lain. Manusia diciptakan oleh Sang Maha Pencipta, maka sebenarnya manusia lebih dari sekedar ciptaan Tuhan; manusia juga bisa menjadi seorang pencipta.Itu karena setiap manusia sesungguhnya sudah dibekali oleh Tuhan dengan kekuatan imajinasi kreatif. Saya tambahkan dengan kata kreatif, oleh karena dengan bekal kekuatan imajinasinya, manusia bisa bebas membuat gambaran apapun di dalam akal pikirannya, hal apapun yang diinginkan manusia itu pasti bisa digambarkan di dalam pikirannya. Itulah kenapa saya sebut imajinasi kreatif. 

Dengan menggunakan kemampuan menggambarkan yang dilakukan oleh kekuatan imajinasi kreatifnya, manusia bisa menetapkan sasaran yang akan dicapai. Manusia bisa memilih sasaran, membidik dengan cermat, kemudian mengerahkan seluruh energinya agar bidikannya tepat pada sasaran. Jadi sebenarnya Anda sudah memiliki mekanisme otomatis dan ajaib ini di dalam diri Anda. Anda tinggal menjalankannya saja menuju ke arah yang positif.

Kekuatan KETEKUNAN

Ada sebuah dongeng Cina yang mengilustrasikan pentingnya ketekunan. Dalam dongeng itu, seorang suci bermimpi dibawa malaikat mengunjungi surga. Ketika malaikat berjalan menemani ke istana surga, mereka melewati kamar yang sangat besar, indah, dan penuh dengan hadiah.
 
Orang suci berhenti dan menatap kamar, terkagum-kagum dengan banyaknya hadiah yang bermacam-macam dan indah. “Mengapa semua hadiah yang indah tertumpuk di kamar ini?” tanya orang suci kepada malaikat.
 
Malaikat muda yang indah, maju dan dengan desahan sedih menjelaskan, “Ini adalah kamar tempat kami menyimpan barang-barang yang didoakan orang … tetapi, sayangnya mereka berhenti berdoa tepat sebelum hadiah diberikan.”

PENERIMAAN Tanpa Syarat…


(Kisah Nyata dari teman, seorang Mahasiswi di Jerman)

Saya adalah ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang juga memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman halaman kampus, untuk pergi ke restaurant McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Kendalikan EMOSI Yang Berkuasa

“Setengah kesalahan kita dalam hidup, muncul dari perasaan yang semestinya dipikirkan — dan pemikiran yang semestinya dirasakan.”

Mari kita bicarakan sejenak tentang kekuatan emosi, dan bagaimana emosi memengaruhi kehidupan secara mendalam — kadang-kadang menjadi lebih baik — tetapi seringkali lebih buruk.
Misalnya, pernahkah Anda tahu seseorang di sebuah perusahaan, yang berhenti kerja karena marah … dan akhirnya ia menyesali keputusannya itu di kemudian hari. Pernahkah Anda melihat orang dengan kelebihan berat badan, yang memesan makanan berkalori tinggi, lalu berkata kepada pelayan, “Saya minta Diet Coke, saya sedang menurunkan berat badan.”

DNA Anda BUKAN Penentu Sukses Anda

Keyakinan bahwa kehidupan kita ini dipengaruhi dan dikendalikan oleh GEN, sampai detik ini masih sangat tertanam kuat di sebagian besar manusia di muka bumi ini. Ketika saya masih mahasiswa di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, ada mata kuliah biologi dan histologi, dengan berbagai materi mengenai kehidupan sel, sitoplasma, mitokondria penghasil energi, dan soal genetika serta mekanisme pengendalian kehidupan biologis oleh GEN yang lebih dikenal dengan sebutan DNA selaku materi pembentuk GEN ini, menurut James Watson dan Francis Crick, yang menjelaskan struktur dan fungsi rantai ganda DNA. Molekul DNA panjang seperti benang, terbuat dari empat bahan kimia basa, yang mengandung nitrogen (Adenosin, Timin, Cytosine, dan Guanine atau A, T, C, dan G).
 
Disebutkan bahwa DNA bukan hanya bertanggung jawab atas karakteristik fisik, namun ia juga mengendalikan emosi dan perilaku. Inilah GEN sang pengendali kehidupan, bagi hewan maupun manusia, yang tidak mudah untuk membantahnya bahwa bagaimana cara kita hidup, itu tak bisa terlepas dari peran serta GEN dalam diri kita. Benarkah sedemikian besar pengaruh GEN atas kehidupan kita? Apakah kesuksesan dan kebahagiaan kita juga akibat pengaruh kendali dari GEN kita, dari DNA kita?

DICIPTAKAN Untuk PENCAPAIAN

Satu hal yang selalu saya yakini adalah bahwa TUHAN menciptakan manusia di muka bumi ini PASTI ada tujuanNYA. Dan, masing-masing dari kita PASTI diciptakan untuk suatu tujuan, suatu alasan. Hal inilah yang semestinya bisa kita pahami, untuk apa diri kita terlahir ke dunia ini, jika tidak memiliki tujuan yang pasti. Plato, salah seorang pemikir besar dunia pernah mengatakan, “Sesuatu yang diciptakan, tentunya harus diciptakan untuk suatu sebab.” Nah, bagaimana kita bisa menyimpulkan ucapan Plato tersebut? Saya pikir kesimpulannya adalah: Tujuan kita diciptakan adalah untuk mengeluarkan segenap potensi diri kita. Kita diberi kehidupan, dan tujuan kita hendaknya menghasilkan kesuksesan darinya. Dan, kesuksesan itu hanya dapat diukur dengan membandingkan, apa yang benar-benar kita capai, dengan apa yang secara potensial sanggup kita capai.
 
Kebanyakan dari kita tampak tidak sanggup memahami fakta, bahwa kita ini merupakan kemuliaan ciptaan dari TUHAN sebagai karunia untuk Alam Semesta. Tidak ada batasan pada potensi kita untuk kesuksesan dan kemuliaan dalam kehidupan. Dalam diri setiap individu terdapat potensi, yang menunggu untuk digunakan. Apakah Anda ingat saat di sekolah dulu, pernah berpikir: “Bagaimana saya dapat melakukan itu?” — saat Anda diminta oleh guru Anda untuk mempelajari suatu ketrampilan baru. Dan setiap kali Anda dengan semangat mencoba melakukan perintah guru Anda, Anda mendapati diri Anda bahwa Anda mempunyai kemampuan. Namun Anda harus benar-benar mengerahkan segenap diri Anda untuk berhasil melakukannya, sebagaimana seorang anak yang baru belajar berdiri menghadapi beberapa kali jatuh yang tak dapat dihindarinya, tapi ia terus berupaya berdiri dan akhirnya berhasil.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers