Seni MENDELEGASIKAN TUGAS…

Dear All,

Anda pasti sering mendengar istilah ini: PENDELEGASIAN. Pendelegasian ini sangat penting di semua tingkatan organisasi, baik bisnis maupun sosial; dan sebaiknya dipelajari oleh siapapun, yang ingin menjadi PEMIMPIN YANG BERHASIL. Pendelegasian ini merupakan sarana manajemen terbaik, yang tersedia bagi eksekutif. Tetapi, kita bahkan sering mendengar berita tentang eksekutif perusahaan yang tidak dapat mendelegasikan tugas.

Jika TIDAK ADA PENDELEGASIAN dalam suatu organisasi atau perusahaan, sehingga organisasi ini sepenuhnya berpusat pada ENERGI SATU ORANG, maka akibatnya adalah, organisasi ini akan menjadi KAKU, BERAT, dan LAMBAN BERAKSI. Dan, tidak ada unsur aktif progresif dalam strategi manajemennya yang memprediksi masa depannya. Pada gilirannya, organisasi atau perusahaan ini menjadi terhambat, tertatih-tatih berjalan, dan akhirnya menyerah pada penurunan ekonomi secara tragis!

Mengapa kita harus mendelegasikan tugas? Manfaat pendelegasian ada dua, yaitu membantu pimpinan atau manajer untuk menjadi efisien dan efektif, serta sangat penting bagi pengembangan potensi pegawai bawahannya. Sehingga kekuatan serta efisiensi perusahaan secara keseluruhan akan meningkat!

Pendelegasian yang berhasil, akan mengurangi tuntutan bawahan atas waktu Anda, dan memaksa mereka untuk lebih banyak membawa solusi kepada Anda. Sehingga Anda memperoleh banyak waktu dan kesempatan untuk berpikir, merenungkan, dan membuat rencana.

Seni mendelegasikan menggambarkan kepercayaan bawahan Anda, bahwa mereka dapat menyelesaikan pekerjaannya. Pendelegasian ini juga memberikan manfaat bagi bawahan Anda. Jika mereka belajar bahwa Anda percaya kepada mereka, bahwa Anda memberikan peluang untuk tumbuh dan diakui; maka mereka akan bangkit untuk memenuhi pengharapan Anda.

Demikian juga, kegigihan Anda memotivasi agar mereka menghadapi setiap tantangan, belajar untuk mendefinisikan masalah dengan tepat, mencari akar dari persoalan, mencari pemecahan terbaik, dan menyajikannya kepada Anda lengkap dengan rencana tindakan mereka…ini merupakan LATIHAN MANAJERIAL TERBAIK bagi mereka. Tindakan pendelegasian dapat memperluas ketrampilan dan pengalaman bawahan Anda! Anda dapat membuat mereka menjadi lebih bernilai bagi dirinya sendiri dan organisasi atau perusahaan.

Sebenarnya tindakan mendelegasikan tugas itu cukup sederhana. Yang penting Anda ketahui, ada 4 (empat) langkah dasar dalam proses pendelegasian, sebagai berikut:

  • Memilih bawahan. Siapa yang memiliki, atau dapat memiliki semua data yang perlu untuk mengerjakan pekerjaan? Apakah dia memiliki kemampuan untuk menangani masalahnya? Apakah Anda yakin dapat berharap, bahwa orang yang Anda beri tugas itu bisa berhasil?
  • Saling menyetujui hasil akhirnya. Anda tidak akan memboroskan waktu dalam pembicaraan hal ini. Harus ada pengertian penuh dari semua pihak mengenai sasaran yang diinginkan, dan penjelasan bagaimana sasaran itu akan diukur. Tetapi rincian mengenai cara bagaimana tugas itu akan diselsesaikan, sebaiknya diserahkan kepada bawahan, selama masih berada dalam batasan pedoman dan kebijakan perusahaan.
  • Memberikan wewenang dan sarana untuk menyelesaikan tugas. Tantangannya terletak pada kepastian, bahwa individu cukup wewenang untuk menyelesaikan tugas secara proporsional. Tetapkan batas bidang, dimana individu bebas untuk bertindak sendiri, san sediakan cukup dana, sumberdaya manusia, serta waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Tetapkan koordinasi yang Anda perkirakan perlu, dan pastikan bahwa semua yang berkepentingan diberitahu dengan jelas mengenai hal ini.
  • Memantau tugas penting. Anda harus lebih banyak memeriksa tugas yang Anda berikan, daripada memeriksa orangnya! Anda bebas berkeliling untuk memantau bawahan Anda, tetapi berkonsentrasilah pada usaha untuk menemukan kekuatan dan keberhasilan. Tidak mudah mengomel atas terjadinya kesalahan dan kelemahan kecil! Anda sedang dalam proses untuk membangun kepercayaan dan saling percaya, dan hal ini memerlukan pemusatan perhatian pada segi positif dari sumberdaya manusia Anda.

Melalui Seni MENDELEGASIKAN TUGAS ini, Anda dapat menyediakan IKLIM yang menumbuhkan RASA SALING PERCAYA dan pertumbuhan yang MEMUPUK MOTIVASI setiap pegawai Anda.

Apakah Anda dapat membayangkan EFISIENSI dan PRODUKTIVITAS setiap divisi di perusahaan Anda, dimana setiap orang di dalamnya mampu menangani masalah – seakan-akan itu masalahnya sendiri, dan berusaha untuk memenuhi standar lebih tinggi, serta merasa dirinya seorang pemenang?

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Jadikan WAKTU Sebagai SAHABAT ANDA…

Dear All,

WAKTU itu bersifat siklus, dimana kejadian bermula, berubah, dan berhenti. Ketidakmampuan untuk memulai suatu kejadian, itu disebut KEENGGANAN. Ketidakmampuan untuk mengubah kejadian, dinamakan KETIDAKLUWESAN. Ketidakmampuan untuk menghentikan kejadian pada waktunya adalah MEMAKSA.

Merencanakan waktu adalah salah satu unsur yang banyak dibicarakan, tetapi juga hal yang paling terabaikan dari pengawasan kita. “Saya tidak mempunyai waktu…” “Saya mau, tetapi saya tidak mempunyai cukup waktu…” Seberapa sering Anda mendengar perkataan ini – atau seberapa sering Anda sendiri sudah mengatakannya?

Pepatah mengatakan, “Setiap sisa waktu dari orang bijak, itu patut dihemat.” Terkadang Anda merasa mengerjakan terlalu banyak, dan mulai bertanya, bagaimana Anda dapat mengendalikan dan menyelesaikan semuanya. Seringkali hasilnya adalah KETEGANGAN, TEKANAN, dan FRUSTASI, yang membuat Anda menjadi KURANG EFISIEN.

Keberhasilan penggunaan waktu sangat mensyaratkan adanya pengelolaan diri, perencanaan pekerjaan, menetapkan prioritas, menangani gangguan, serta menjadwalkan orang dan kegiatan.

Waktu adalah satu-satunya komoditas yang sudah terukur bagi Anda. Jika sudah terpakai, Anda tidak akan mendapatkan tambahan lagi. Anda tidak akan mendapatkan kembali semua jam, dan hari yang sudah Anda hamburkan. Tetapi, Anda masih dapat mengambil langkah positif untuk mengelola apa yang masih tersisa hari ini, minggu ini, bulan ini atau semester ini.

Ingatlah ini, Anda dapat menghemat waktu Anda, asalkan saja Anda ingat untuk hanya menangani hal yang benar-benar menjadi wewenang Anda, atau Anda sendiri saja yang memiliki pengetahuannya…dan, itupun semestinya cukup Anda lakukan hanya sekali saja. Ini semua adalah perubahan sikap yang perlu Anda buat, agar dapat menempatkan nilai lebih tinggi dan realistis pada WAKTU ANDA sendiri.

Di bawah ini ada 3 (tiga) “JANGAN MELAKUKAN” yang penting Anda ketahui, sebagai berikut:

  1. Jangan… jika Anda dapat mendelegasikannya. Telusuri setiap kemungkinan untuk mendelegasikan pekerjaan, apakah itu perjalanan, menghadiri rapat, menulis laporan. Selidikilah, mungkin saja ada pegawai atau bawahan Anda yang lebih mampu daripada Anda untuk melakukan tugas ini.
  2. Jangan… jika Anda dapat mengabaikannya. Sebuah kunci penting dan sangat berarti untuk mengurangi tuntutan atas waktu Anda, mungkin dari bisikan indera keenam atau intuisi Anda yang mendorong Anda untuk mengabaikan suatu permintaan atau tuntutan kerja. Jika Anda merasakan dorongan kuat, bahwa itu tidak penting, maka kemungkinan besar memang begitu keadaannya…sehingga Anda boleh saja mengabaikannya.
  3. Jangan abaikan… jika akan menyulitkan kedudukan Anda. Memisahkan dan memilah permintaan yang mempunyai arti penting dari arti tidak penting, merupakan ketrampilan yang semakin dipertajam oleh pengalaman. Anda harus peka pada kenyataan, bahwa kredibilitas Anda akan jatuh atau diperburuk, jika Anda berulangkali salah menilai keperluan untuk mengambil tindakan penting. Jika Anda owner, pimpinan atau manajer perusahaan, maka kesalahan-kesalahan dalam memisahkan hal penting dan tidak penting ini sungguh sangat berpengaruh pada kredibilitas perusahaan Anda, khususnya di mata para relasi atau partner bisnis Anda…bahkan juga di mata para pegawai atau bawahan Anda.

Menggunakan waktu dengan efektif merupakan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki oleh Anda, sebagai seorang business owner, pimpinan, atau manajer perusahaan. Jika Anda mengambil sikap menghemat waktu bermutu tinggi Anda, maka Anda akan menemukan dan melihat bahwa kualitas maupun kuantitas pekerjaan atau bisnis Anda akan mengalami peningkatan…bisnis Anda akan semakin meningkat!

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Prinsip ASAL JALAN Saja…?

Dear All,

Anda dan saya sudah tahu, bahwa WAKTU adalah SUMBERDAYA yang UNIK. Setiap orang memilikinya dalam jumlah yang sama. Segala sesuatu pasti “memakan” waktu, dan ia tidak dapat diproduksi ataupun dibeli! Solusi nyata satu-satunya mengenai masalah waktu ini adalah dengan menggunakan waktu secara lebih baik. Setidaknya kita harus tahu kemana waktu itu kita manfaatkan, dan kemana waktu tersebut seharusnya digunakan.

Belajar mengelola waktu sesungguhnya dapat dipelajari oleh setiap orang, dan selanjutnya dapat menjadikannya sebuah kebiasaan. Yaa, KEBIASAAN MENGELOLA WAKTU.

Mengelola waktu tentunya dapat dipelajari dan dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara awal, yang biasanya dipakai oleh sebagian dari kita adalah dengan mencoba, dan… membuat kesalahan, yang sering kita dengar dengan istilah TRY and ERROR. Cukup banyak pebisnis atau kalangan eksekutif perusahaan telah belajar dengan cara ini, dan mereka berhasil mengelola waktunya secara lebih baik. Tetapi, cara belajar lainnya, yang lebih disarankan dan diutamakan adalah lewat pendekatan METODIS dan SISTEMATIS ke persoalannya.

Sangat banyak artikel telah ditulis dengan subyek pengelolaan waktu ini, dan banyak artikel diantaranya memberikan saran yang sama tentang bagaimana memanfaatkan sumberdaya yang berharga ini. Dan, kalau dicermati, cukup banyak artikel mengenai waktu ini yang memberikan “saran menipu”, seperti menghemat waktu dengan mendikte di dalam mobil untuk menghemat waktu satu jam, atau membawa pekerjaan kantor untuk dikerjakan di rumah pada malam hari untuk menghemat waktu sekian jam di hari besoknya.

Kembali ke saran mengelola waktu lebih diutamakan pendekatannya dengan cara metodis dan sistematis, ini disebabkan pemikiran, bahwa pengelolaan waktu itu sendiri, merupakan suatu proses yang terdiri dari fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian. Sehingga, untuk bisa mengelola waktu secara lebih baik, maka diperlukan perencanaan dan pengorganisasian, untuk pemanfaatannya dengan efisien, dan juga mengendalikan penggunaannya secara efektif.

Di bawah ini, saya cuplikkan tulisan Prof. John W. Lee dari The Florida State University, yang memberikan ulasan tentang pentingnya memiliki prinsip-prinsip pengelolaan waktu. Karena belajar mengelola waktu akan lebih mudah terjadi pada individu yang sudah pernah diajarkan tentang prinsip-prinsip mengelola waktu, dan diperkuat lagi lewat pengembangan prinsip yang dapat diterapkan sesuai dengan situasi.

Nah, Prof. John W. Lee mencoba mengembangkan SEPULUH PRINSIP PENGELOLAAN WAKTU yang diambilnya berdasarkan peninjauan luas atas literatur tentang pengelolaan waktu yang sudah terbit. Menurut dia, kesepuluh prinsip ini sebaiknya dipandang sebagai “pernyataan sementara”, yang masih dapat diuji, dikembangkan, dan diperhalus lagi.

SEPULUH PRINSIP PENGELOLAAN WAKTU:

  1. Prinsip Analisis Waktu. Analisis waktu adalah pra-syarat bagi pengelolaan waktu. Pembuatan catatan waktu harian dari kegiatan yang mencatat jarak waktu 15 sampai 30 menit, selama waktu tidak kurang dari dua minggu, adalah esensial sebagai dasar dari analisis.
  2. Prinsip Perencanaan Harian. Rencana harian yang dirumuskan setelah jam kerja hari sebelumnya, atau di pagi hari sekali sebelum jam kerja dimulai; dan disesuaikan secara obyektif dengan kejadian yang hampir selesai; ini esensial untuk penggunaan efektif dari waktu pribadi.
  3. Prinsip Menjadwalkan Menurut Prioritas. Waktu yang tersedia dalam hari kerja harus dijadwalkan untuk menyelesaikan item kerja yang mempunyai prioritas tertinggi.
  4. Prinsip Keluwesan. Keluwesan atau fleksibilitas harus menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan rencana mengenai pemanfaatan waktu pribadi. Atau jika dikatakan dengan sederhana: janganlah menjadwalkan waktu lebih atau kurang!
  5. Prinsip Pendelegasian. Pendelegasian dari semua item kerja konsisten dengan pembatasan pekerjaan manajer, penting untuk menyediakan waktu yang lebih diperlukan bagi pekerjaan manajerial.
  6. Prinsip Segmentasi Aktif. Item pekerjaan yang serupa sifatnya, yang memerlukan sumber dan keadaan lingkungan serupa untuk penyelesaiannya, harus dikelompokkan dalam pembagian hari kerja.
  7. Prinsip Pengendalian Gangguan. Pengendalian dan / atau pengaturan kegiatan lain, yang mencukupi untuk meminimalkan banyak dan lamanya gangguan, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
  8. Prinsip Meminimalkan Pekerjaan Rutin. Item pekerjaan yang bersifat rutin dan tidak mengandung banyak nilai secara obyektif pada umumnya, harus diminimalkan.
  9. Prinsip Penerapan Rencana dan Tindak-Lanjut. Penerapan rencana harian dan tindak-lanjut harian, sangat penting bagi pengelolaan waktu.
  10. Prinsip Analisis Berulang. Analisis penggunaan waktu harus diulang, paling tidak sekali setiap enam bulan, untuk mencegah kembali ke kebiasaan pengelolaan waktu yang buruk.

Kesepuluh prinsip waktu tersebut di atas, telah dirumuskan oleh Prof. John W. Lee dari The Florida State University, yang bisa kita coba juga buat prinsip mengelola waktu dan pengembangan bisnis kita. Bahkan mungkin saja, kita dapat merumuskan prinsip tambahan lagi, yang semakin menyempurnakan kesepuluh prinsip tersebut.

Jika kita sebagai Entrepreneur atau Pimpinan atau Manajer Perusahaan, bisa menerapkan kesepuluh prinsip itu, dan bahkan dapat menambahkan prinsip lainnya dari pengalaman kita, maka kita akan terhindar dari PRINSIP ASAL JALAN saja… sangat sedikit rencana, tidak terorganisasi, tidak mau belajar, dan tentunya praktis tidak ada pengendalian! Saya berani “bertaruh”, jika ini yang Anda lakukan… PRINSIP ASAL JALAN… dalam bisnis atau memimpin perusahaan, maka itu pasti dengan cepat akan menghancurkan bisnis dan perusahaan Anda.

To be continue……

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Manajemen WAKTU = Manajemen DIRI Sendiri?

Dear All,

Sepengetahuan saya, sangat banyak berbagai seminar tentang manajemen waktu, juga banyak buku, brosur, film dokumenter, dan artikel mengenai pengelolaan waktu seperti di Blog Saya ini, yang pada prinsipnya semua itu memberikan pengetahuan kepada kita semua tentang bagaimana bekerja dengan lebih cerdik!… bukan dengan bekerja lebih keras!

Nah, yang jadi pertanyaan sekarang adalah, apakah Anda sudah benar-benar menerapkan semua informasi tentang pengelolaan WAKTU ini di dalam kehidupan Anda sendiri? Anda sudah membaca berbagai macam buku dan artikel manajemen waktu, menghadiri berbagai seminar tentang bagaimana mengelola waktu dengan baik – apakah semuanya itu sudah Anda terapkan di dalam kehidupan Anda sehari-hari?

Berbagai survey mengenai hal-hal yang dianggap sebagai “pemboros waktu”, maka diketahui ada 15 macam hal utama pemboros waktu, yaitu:

  1. Ganguan telepon.
  2. Tamu datang tanpa perjanjian.
  3. Rapat (terjadwal ataupun tidak terjadwal)
  4. Keadaan genting atau darurat.
  5. Tidak adanya tujuan, prioritas, dan rencana.
  6. Keraguan dan penundaan.
  7. Mencoba terlalu banyak sekaligus.
  8. Meja yang semrawut, dan disorganisasi pribadi.
  9. Tidak adanya disiplin diri.
  10. Pendelegasian yang tidak efektif.
  11. Tidak menyelesaikan tugas tepat waktu.
  12. Tidak ada atau tidak jelasnya komunikasi atau instruksi.
  13. Informasi tidak cukup, tidak tepat atau terlambat.
  14. Tidak mampu berkata “Tidak”.
  15. Tanggung jawab dan wewenang yang membingungkan.

Kelimabelas daftar pemboros waktu tersebut tadi bisa sebagai acuan Anda, untuk introspeksi diri dengan jujur, apakah salah satunya atau beberapa dari daftar itu atau bahkan seluruhnya memang menjadi pemboros waktu Anda selama ini. Atau mungkin Anda ingin menambahkan lagi daftar berikutnya? Hehehe…

Dalam kehidupan ini , seringkali ada perbedaan besar antara bagaimana kita berpikir bahwa waktu telah kita habiskan dengan kenyataan aslinya. Sebagian besar dari kita, jika ada kendala manajemen waktu, maka selalu saja ada alasan untuk menyalahkan orang lain atau faktor di luar diri sendiri.

Ini karena kebanyakan orang tidak tahu, bagaimana sebenarnya mereka menggunakan dan menghabiskan waktu mereka! Barangkali hal ini juga merupakan petunjuk dari kecenderungan alamiah manusia untuk mencari dulu sumber masalah di luar diri kita sendiri! Kesimpulan ini sekaligus juga memberikan arti, bahwa MENGELOLA WAKTU itu sesungguhnya lebih kepada bagaimana MENGELOLA DIRI SENDIRI.

Di bawah ini ada semacam TEST, berisi sepuluh pernyataan yang mencerminkan prinsip mengelola waktu dengan baik dan diterima secara umum. Jawablah setiap pernyataan ini, dengan melingkari salah satu pilihannya, sebagai hal yang paling mencerminkan diri Anda. JUJURLAH pada saat menjawabnya, karena tidak ada orang lain yang tahu kecuali diri Anda sendiri. (dari “Working Smart” karangan Prof. Michael LeBoeuf – University of New Orleans)

1. Setiap hari saya menyisihkan sedikit waktu saya untuk merencanakan, berpikir tentang pekerjaan saya.
…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

2. Saya menetapkan sasaran spesifik dan tertulis serta batas waktunya.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

3. Saya membuat “daftar harian” yang harus dikerjakan, mengatur masalah dalam urutan kepentingannya, dan berusaha melakukan yang terpenting secepat mungkin.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

4. Saya mengetahui peraturan 80 – 20 dan saya gunakan dalam pekerjaan saya. (Hukum Pareto ini menyatakan bahwa 80% dari keefektifan Anda, biasanya berasal dari hanya mencapai 20% dari sasaran Anda).

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

5. Saya memakai rencana yang tidak ketat, untuk menghadapi krisis dan hal tidak terduga.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

6. Saya mendelegasikan apa saja yang dapat saya delegasikan kepada orang lain.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

7. Saya mencoba menangani setiap carik kertas hanya sekali.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

8. Saya makan siang sekedarnya saja, supaya tidak mengantuk setelah makan.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

9. Saya berusaha dengan aktif untuk mencegah gangguan (tamu, rapat, telepon) yang biasa selalu mengacaukan hari kerja saya.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

10.Saya mampu berkata “Tidak” kepada orang lain, atas permintaan “waktu saya” yang sekiranya bisa menghambat saya untuk menyelesaikan tugas.

…… 0. Hampir tidak pernah 1. Kadang-kadang 2. Sering 3. Hampir selalu

Perolehan Nilai Anda dengan angka pilihan sebagai berikut:

- Nilai 3 untuk setiap “Hampir selalu”

- Nilai 2 untuk setiap “Sering”

- Nilai 1 untuk setiap “Kadang-kadang”

- Nilai 0 untuk setiap ” Hampir tidak pernah”

Jumlahkan! Jika perolehan Nilai Anda:

0 – 15 …… Berpikirlah untuk mulai mengelola waktu Anda.

16 – 20 …. Anda sudah bertindak baik, tetapi masih perlu ditingkatkan.

21 – 25 …. Sangat baik.

26 – 27 …. Unggul Luar Biasa Prima.

28 – 30 …. Anda bohong!!!

Ingatlah, MENGELOLA DIRI SENDIRI semestinya selalu diusahakan di setiap saat dengan penuh komitmen dan disiplin, sehingga Anda tidak menemui banyak kesulitan pada saat ingin mengelola waktu Anda dengan baik. Inilah sebenarnya INTI dari MANAJEMEN WAKTU.

To be continue……

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

INVESTASIKAN WAKTU Berharga Anda…

Dear All,

Tulisan ini masih membahas mengenai WAKTU. Dan memang akan saya tuliskan secara berseri, sehingga Anda yang membacanya bisa mencoba memahaminya secara berkala, setahap demi setahap. Hal ini menurut harapan saya akan jauh lebih baik dan ringan, serta lebih mudah untuk diterima, dan dicerna oleh pikiran kita.

Ok, sekarang cobalah kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah kita sudah menghamburkan waktu? Ada kemungkinan kita menghabiskan waktu untuk memburu hal yang keliru… Kita melakukan pekerjaan orang lain sehingga kita kepayahan, namun tetap berusaha tegar, yang akhirnya membuat tegang syaraf diri sendiri, keluarga, dan kesehatan kita!

Tidak sama dengan energi, maka waktu tidak akan pernah bisa kembali ataupun diciptakan kembali. Jika waktu sudah berlalu, maka ia akan tetap hilang! Oleh sebab itulah, waktu ini sudah merupakan komoditi paling berharga di dunia ini, dan ia sangat bersifat “keras dan tegas” bahkan cenderung “kejam” yang digunakan di dalam dunia bisnis khususnya…dan kehidupan pada umumnya.

Akan tetapi, sungguh sangat aneh bisa kita lihat, bahwa yang bernama WAKTU ini oleh karena sesuatu sebab, ia seringkali diperlakukan seperti “sampah tak berguna” saja! Kebanyakan orang seringkali sangat meremehkan “sang waktu” ini. Sebagian dari kita bahkan tidak memikirkan bagaimana waktu yang ada ini bisa dikelola dengan baik dan optimal.

WAKTU semestinya HARUS DIINVESTASIKAN…bukan DIBUANG-BUANG.

Dan, sebagaimana halnya faktor-faktor penting lainnya dalam bisnis, maka investasi waktu dapat dibuat lebih efisien dan efektif setiap harinya, dengan hal-hal kecil…SEBAB waktu adalah investasi dari menit – ke – menit, jam – ke – jam, dan hari – ke – hari.

Nah, cobalah Anda mulai bertanya kepada diri Anda sendiri, tentang hari KEMARIN Anda:

  • Adakah beberapa masalah yang sudah Anda tangani? Apakah itu memang benar masalah Anda, dan pada tingkatan bisnis Anda – ataukah itu seharusnya bisa ditangani oleh orang lain?
  • Jika Anda mengambil masalah itu, apakah sudah Anda selesaikan dengan tuntas? Apakah Anda sudah menyelidiki akar permasalahannya, dan sudah benar-benar tahu penyebabnya? Ataukah Anda hanya menyelesaikan apa yang terlihat di permukaan saja?
  • Cobalah “cek” kertas-kertas yang perlu tanda tangan Anda, seberapa banyak? Sudahkah Anda bertanya kepada diri sendiri, haruskah Anda yang melakukan tanda tangan – ataukah lebih baik orang lain yang menandatangani, sehingga itu bisa menghemat waktu berharga Anda untuk melakukan hal yang lebih berarti lagi?
  • Hitunglah, berapa banyak “pekerjaan sepele” yang Anda kerjakan setiap hari – yang sebenarnya bisa dilakukan pegawai bawahan Anda?
  • Apakah Anda lebih banyak BEREAKSI daripada BERAKSI? Anda Reaktif ataukah Proaktif?

Cobalah Anda berusaha menjawab pertanyaan tersebut demi kebaikan diri Anda sendiri, dengan menggunakan pemikiran, imajinasi, ketrampilan dan fakta-fakta yang Anda miliki; sehingga pada akhirnya Anda akan menjadi orang yang efisien dan efektif.

Hentikanlah pemborosan waktu. Mulailah mengelola dan menginvestasikan waktu Anda sebaik-baiknya. Kalau Anda lakukan, mungkin ini akan menjadi INVESTASI TERBAIK yang pernah Anda lakukan untuk diri sendiri, keluarga, dan bisnis perusahaan Anda.

To be continue……

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers