Menguji Tingkat KETAJAMAN INTUISI

Indera Keenam atau Intuisi, sebenarnya merupakan kekuatan tersembunyi yang ada di dalam diri setiap orang. Setiap orang menyimpan kekuatan itu. Namun tidak banyak orang yang mau melakukan eksplorasi, sehingga Intuisi benar-benar menjadi aset berharga.

Intuisi biasanya diikuti dengan semacam perasaan yang kuat, yang tidak biasanya. Bisa berupa kegembiraan yang besar, atau perasaan tidak enak, atau rasa ingin marah yang sulit dijelaskan. Perasaan-perasaan ini sebenarnya tidak berada di dalam tubuh kita. Tubuh kita dirancang sedemikian rupa, sehingga peristiwa penting akan menghasilkan SENTAKAN yang memengaruhi denyut jantung, tekanan darah, dan nafas kita. Perhatikan apa yang Anda rasakan ketika bahagia, cemas, atau stress. Apakah Anda merasa tenang, energi meningkat, atau telinga berdengung? Lebih sadar terhadap SENSASI TUBUH, membuat Anda akan lebih peka dengan pesan-pesan tubuh. (more…)

Mengendalikan dan Memrogram Kembali Pikiran BAWAH SADAR

INTUISI muncul dari Pikiran Bawah Sadar, yang selalu aktif mengolah informasi dan menyajikan sinyal-sinyal tertentu bagi Anda. Pada saat-saat kritis, ia akan menjadi suara yang paling berwibawa, dan menentukan arah kehidupan Anda selanjutnya.

Setiap orang pasti pernah mengalami satu atau lebih, peristiwa yang mengguncangkan dan mengubah hidupnya. Entah itu berupa bencaran alam, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, kesulitan finansial, krisis rumah tangga, perceraian, kematian pasangan hidup atau salah satu anggota keluarga, sakit parah berkepanjangan, dan atau berbagai krisis kehidupan lainnya. Ada yang berhasil bangkit dari krisis, dan menempuh hidup baru, tetapi tidak kurang pula yang menjadi terpuruk. Sebuah TITIK BALIK kehidupan bisa membuat seseorang menjadi benar-benar berbeda. (more…)

Kekuatan INTUISI yang Menyembuhkan

INTUISI memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Intuisi berasal dari nurani terdalam, oleh karena itu intuisi mengandung kehendak murni untuk kebaikan diri Anda. Kehendak Murni tersebut merupakan Penyembuh Alami bagi masalah kesehatan Anda. Intuisi atau Indera Keenam, dapat menopang metode penyembuhan apa pun yang Anda lakukan. Keyakinan diri, sebagai buah dari kepercayaan terhadap intuisi, akan mempercepat proses kesembuhan yang Anda harapkan.

Intuisi ini tampil sebagai wawasan yang muncul di dalam pikiran, naluri atau instink, dan impian, dan merupakan suatu kebijakan batin (inner wisdom) yang melampaui hal-hal harafiah dan rasional. Dengan menghargai intuisi Anda, sebuah suara kecil di dalam diri semua orang yang bertanggung jawab atas kesejahteraannya; maka Anda akan tahu jika ada sesuatu yang TIDAK BERES dalam hidup Anda, sehingga Anda bisa mengoreksinya. (more…)

Workshop SALES FORCES Asuransi JiwaSraya

Membuka Awal Tahun 2011 ini, saya diundang oleh PT. Asuransi JiwaSraya (Persero) agar memberikan Workshop untuk meningkatkan Motivasi dalam Meraih Target Penjualan Polis Asuransi, yang mana target tahun 2011 untuk Surabaya Regional Office adalah Rp.500 Milyar,-, wow… sebuah target yang luar biasa prima, Setengah Trilyun Rupiah, Rek! Workshop ini merupakan rangkaian acara memperingati Ulang Tahun JiwaSraya ke 151, pada 31 Desember 2010 lalu. Sungguh luar biasa prima, dalam usianya 151 tahun ini, JiwaSraya tetap eksis dan makin maju melesat bersaing dengan perusahaan asuransi lainnya.

Peserta Workshop lebih dari 150 orang pegawai JiwaSraya ini terdiri dari para Agen Asuransi maupun pegawai kantor yang mendukung kinerja para Agen. Workshop, yang menurut saya lebih tepat disebut Seminar Interaktif ini, saya beri judul: SUKSES MENJUAL – MENJUAL SUKSES. Workshop ini bertempat di Hotel Kartika Wijaya, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, pada Sabtu, 8 Januari 2011.

Bagi saya, sebenarnya memberikan materi di JiwaSraya ini seperti sebuah Reuni Keluarga sendiri, karena saya pun dulu pernah menjadi Agen Asuransi JiwaSraya, pada tahun 1999 hanya selama 3 bulan… bulan pertama masuk jadi Agen, bulan kedua diangkat jadi Unit Manager, dan bulan ketiga mengundurkan diri… hahaha… itu karena saya masih banyak hal yang harus saya bereskan, berkaitan dengan perusahaan saya, yang sempat merugi hingga Milyaran rupiah pada saat Krisis Moneter tahun 1997-1998. Jadi sangat menyenangkan ketemu lagi dengan Keluarga JiwaSraya, dan bisa memberikan Motivasi untuk meningkatkan kinerja para Agen, agar penjualan polis asuransi semakin melonjak signifikan dan berhasil meraih Target sebesar Setengah Trilyun Rupiah!

Saya memulainya dengan mengajak peserta untuk mau melihat ke dalam dirinya sendiri dan mau serta mampu memahami diri sendiri lebih dulu. Kemudian saya memberikan panduan bahwa ada SEGITIGA SUKSES yang harus dikuasai, jika ingin menjadi Agen Asuransi yang Sukses Berprestasi dengan mencetak Rekor Penjualan Polis! SEGITIGA SUKSES yang saya maksudkan adalah: Komunikasi Internal – Komunikasi Eksternal – Pengetahuan Teknis. SEGITIGA SUKSES inilah yang harus dikuasai terlebih dulu, jika mau jadi Agen Asuransi yang Sukses. Komunikasi Internal merupakan SELF TALK yang mesti dipahami, agar setiap pribadi tahu potensi diri masing-masing, dan mau terus mengembangkannya untuk meraih sukses. Komunikasi Eksternal adalah bentuk RELATIONSHIP yang harus dibangun untuk memperbesar jaringan pertemanan, agar dengan demikian para Agen memperoleh banyak LEADS dan REFERENCE untuk memberikan penawaran Polis Asuransi. Dan, Pengetahuan Teknis adalah semua pengetahuan tentang perusahaan dan berbagai macam polis asuransinya, yang sangat penting dikuasai jika mau menjual polis asuransi. Inilah SEGITIGA SUKSES yang harus dikuasai oleh semua orang, untuk bisa sukses meraih target dalam hidupnya, dalam hal ini adalah Target Penjualan Polis Asuransi JiwaSraya.

Langkah berikutnya, saya paparkan Bagaimana Cara Menguasai Proses Penjualan di Setiap Tahapannya. Saya tunjukkan bahwa ada suatu PROSES PENJUALAN, yang terdiri dari beberapa tahap, yang mana setiap tahapnya harus bisa dikuasai oleh setiap Penjual, jika mau sukses! Berbagai ulasan di setiap tahapan proses penjualan, saya paparkan sejelas mungkin kepada para peserta seminar dengan berbagai contoh kongkrit-nyata, sehingga mereka semua memperoleh pencerahan dan motivasi yang luar biasa prima untuk meraih target pribadinya masing-masing dalam menjual polis asuransi. Beragam pertanyaan yang terlontar, menunjukkan betapa semangatnya mereka untuk sukses meraih target. Alhamdulillah, saya senang sekali melhat teman-teman di dalam JiwaSraya merasakan manfaat mengikuti workshop saya ini, dan menjadi bersemangat juang tinggi untuk benar-benar sukses meraih target! Never Give Up!

Bersama Surabaya Regional Manager, Bapak Eddy Sutanto

Selamat Ulang Tahun JiwaSraya ke 151. Kebersamaan Menjadikan JiwaSraya Lebih Maju, Lebih Baik Dan Lebih Kokoh Melintas Jaman. MARI BERASURANSI.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

INDERA KEENAM Tidak Identik dengan Kemampuan Melihat Makhluk Halus

Indera Keenam sering diasosiasikan dengan dunia supranatural, misalnya sebagai kemampuan melihat makhluk halus. Padahal indera keenam atau intuisi ini mencakup dimensi yang sangat luas. Indera keenam bisa melihat masa depan, atau apa yang bakal menimpa kelak. Indera keenam juga merupakan jembatan bagi hubungan batin yang kuat, misalnya antara sepasang kekasih, atau orang tua dengan anaknya. Walaupun banyak sisi kesamaannya, indera keenam dan dunia supranatural memiliki cakupan dimensi yang berbeda.

Indera Keenam atau Intuisi merupakan sumber kebijaksanaan yang bisa diandalkan dalam hidup kita. Intuisi dapat berupa pemikiran, sebuah bayangan, mimpi, suatu emosi atau sensasi fisik. Tetapi sebagian dari kita mungkin tidak mengenali tanda-tanda INTUITIF, karena tidak tahu apa itu intuisi.

Pemikiran, bayangan, mimpi, suatu emosi atau sensasi fisik sesaat, merupakan gejala yang tidak dapat dikendalikan oleh rasionalitas kita. Terpacunya kelenjar adrenalin karena nyaris menabrak sesuatu ketika sedang menyetir mobil, itu memiliki penjelasan logis dari sisi fisik dan psikologis. Namun, jika TIBA-TIBA jantung Anda terpacu TANPA SEBAB, mungkin saja itu gambaran dari intuisi Anda.

Kemampuan berhubungan dengan dunia gaib atau dunia roh, memang merupakan salah satu dari kekayaan indera keenam. Ada orang-orang tertentu yang memang diberi penglhatan untuk bisa menangkap bentuk makhluk halus, bahkan mereka bisa berdialog.

Namun, kemampuan berhubungan dengan dunia roh, tidak dimiliki oleh setiap orang.Selain kesiapan mental emosional, diperlukan juga kematangan psikologis (banyak orang ketakutan, terkencing-kencing ketika melihat sosok makhluk halus). Kemampuan khusus melihat dunia roh, biasanya diimbangi dengan sikap empati, dan sikap menghargai pelaku-pelaku dalam dunia roh. Orang yang TERLALU RASIONAL dan yang cenderung UNDER-ESTIMATED terhadap dunia roh, kebanyakan tidak memiliki karunia untuk menyaksikan keajaiban dalam dunia roh.

Memiliki indera keenam, memungkinkan kita melhat sesuatu yang bakal terjadi di masa depan, atau mengetahui apa yang telah terjadi dalam ruang yang terpisahkan jarak. Intuisi atau indera keenam pada diri seseorang, akan membantunya membuat keputusan sulit, atau menuntun diri agar terhindar dari bahaya, dengan memunculkan bayangan-bayangan di dalam pikiran.

Jika Anda sedang bepergian, dan tiba-tiba kehilangan arah perjalanan, dan Anda lupa tidak membawa kompas, maka Anda akan mengandalkan intuisi untuk mencari arah yang benar. Jadi, INTUISI merupakan sesuatu yang alami, yang dapat menuntun kita dalam kehidupan.

Tetapi dalam kehidupan modern, intuisi sering disamakan dengan kemampuan supranatural, dan biasanya DIABAIKAN karena tidak berdasarkan pemikiran logis, tidak didukung bukti-bukti, dan langsung pada kesimpulan. Jika apa yang dirasakan oleh intuisi ternyata benar-benar terjadi, itu sering dianggap hanya KEBETULAN. Sebenarnya intuisi juga didukung dengan bukti-bukti, namun sudah diendapkan ke alam pikiran bawah sadar. Oleh karena itu, jika kita mengumpulkan bukti-bukti, kekuatan intuisi kita juga akan meningkat.

Egoisme dunia rasional telah menolak kebenaran yang muncul dari intuisi. Padahal, dalam banyak hal, kekuatan intuisi atau indera keenam merupakan sesuatu yang LEBIH AKURAT, dalam peramalan maupun pendeteksian sesuatu yang telah terjadi. Pengambilan keputusan secara intuitif berdasarkan indera keenam yang tajam, akan jauh lebih menghasilkan keuntungan positif, daripada pengambilan keputusan rasional, yang ironisnya… sering tidak realistik!

Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers