Cara Menggairahkan BISNIS Anda

Sebagai seorang pelatih dan konsultan bisnis UKM (Usaha Kecil dan Menengah), yang pernah bekerja dengan ratusan bisnis UKM, saya masih melihat persoalan sama, yang muncul dari para pelaku bisnis skala UKM, yaitu bisnisnya tidak lagi bergairah karena tidak dapat meningkatkan penjualan. Banyak pemilik bisnis UKM tidak tahu cara menciptakan proses yang dapat diukur, diulang, dan diprediksi, sehingga mampu mempertahankan penjualan langsung, penuh dengan prospek yang memenuhi syarat.
 
Salah satu cara untuk menggairahkan bisnis Anda adalah dengan jalan mengembangkan para pegawai Anda. Mengembangkan orang-orang Anda merupakan cara yang luar biasa prima untuk dapat terus menerus memasarkan bisnis Anda. Jauh lebih sulit untuk mendapatkan klien atau pelanggan baru melalui iklan dan teknik pemasaran lainnya, dibandingkan dengan melanjutkan suatu hubungan dengan pelanggan atau klien yang sudah ada. Meraih penjualan bisnis baru melalui rujukan dari pelanggan atau klien yang sudah ada, dapat menjadi aliran utama dalam membangun bisnis sukses dan stabil. Dan, salah satu cara untuk membangun fondasi bisnis yang berpusat pada layanan pelanggan atau klien adalah menciptakan budaya bisnis yang berpusat  pada mengembangan pegawai yang bahagia dan produktif.

Resiko Besar Bisnis yang Harus Anda Pahami


Istilah dalam dunia bisnis, Cash is the King atau Uang Tunai adalah Raja, sungguh tidak dapat disangkal, sebuah kebenaran yang nyaris mutlak, tapi sering terabaikan. Banyak pengusaha terlambat mengingat pentingnya memiliki Kas atau Uang Tunai yang cukup untuk masa sulit dalam perjalanan bisnisnya.

“Nomor SATU alasan mengapa Bisnis Gagal karena Pengusaha Kehabisan Uang Tunai!” Ini sangat penting untuk selalu Anda ingat dan pahami dalam menjalankan roda bisnis Anda. (more…)

GarudaFood TETAP SEMANGAT Raih Target 2010: BISA COY…!!!

Pada pertengahan Desember tahun lalu, tepatnya tanggal 15 Desember 2009, saya dikontak oleh salah seorang Kepala Departemen yaitu Bp. Dwi Priyono di PT. GarudaFood sebagai anak perusahaan member dari TUDUNG GROUP, yang meminta saya untuk menjadi Narasumber Motivasi pada Rakorda Leader GarudaFood, yang rencananya diselenggarakan pada satu bulan lagi, tepatnya pada hari Jum’at 22 Januari 2010. (Sebagian besar manajemen perusahaan sudah tahu, jika mengundang saya sebagai Narasumber untuk acara perusahaannya, setidaknya satu bulan sebelum hari ‘H’ acaranya, agar saya bisa mendukung acaranya). Rakorda yang akan berlangsung selama dua hari ini sebagai tindak lanjut dari Rakornas yang telah diselenggarakan pada 15 – 17 Desember 2009.

Saya tahu TUDUNG GROUP adalah perusahaan holding company besar dengan jumlah pegawai ribuan orang, yang dipimpin oleh FOUNDER nya, yaitu Bp. SUDHAMEK sebagai CEO dan CHAIRMAN, dan mempunyai beberapa member perusahaan, diantaranya:

  1. PT. GarudaFood Putra Putri Jaya, terdiri dari 13 Manufacture : memproduksi makanan dan minuman, seperti kacang atom, kacang kulit, kacang oven, pillus, biskuit, jelly, susu, minuman kesehatan, potato, kerupuk, permen, dll.
  2. PT. Sinar Niaga Sejahtera (SNS) : untuk distribusi.
  3. PT. Bumi Mekar Tani : pertanian kacang.
SLOGAN GarudaFood adalah Leading In Innovation. Dan pada saat Rakorda Leader GarudaFood memakai Tag line Best In Class Quality. Rakorda ini dihadiri oleh sekitar 150 Leader pilihan dan beberapa pegawai berprestasi.

Rakorda yang dihadiri oleh para Leader, mulai Supervisor, Manager, Kepala Departemen, General Manager, Head of Manufacturing, sampai Wakil Direktur ini dihelat oleh pabrik GarudaFood PATI, bertempat di Hotel Puri Asri Magelang, dan berlangsung selama 2 hari, 22 – 23 Januari 2010. Saya diundang sebagai satu-satunya Narasumber Motivasi dari luar perusahaan TUDUNG GROUP. Luar Biasa Prima!


Para Leader GarudaFood serius mendengarkan saya

Founder dan Owner TUDUNG GROUP, Bp. SUDHAMEK, menginginkan perusahaan ini menjadi perusahaan Go International, dan menciptakan Spiritual Company… ini merupakan visi besar yang harus didukung dan segera diwujudkan oleh seluruh pegawai dan pimpinan dari seluruh perusahaan di bawah naungan TUDUNG GROUP ini.

Saya diundang sebagai Narasumber agar dapat memberikan motivasi, spirit, dan keyakinan pada para Leader di GarudaFood, sehingga mereka dapat mencapai target visi ini. Tentunya juga sikap mental – spiritual yang butuh dibangun untuk menjalankan kehidupan perusahaan selaras dengan semangat pendiri GarudaFood. Inilah Semangat Pendiri atau Founder Spirit GarudaFood: “Sukses Itu Lahir Dari Kejujuran, Keuletan, dan Ketekunan yang Diiringi Doa”


Alhamdulillah, Founder Spirit GarudaFood ini ternyata selaras dengan spirit saya juga, dalam menjalankan bisnis saya, maupun berbagi semangat sukses ke banyak orang melalui seminar dan workshop yang saya lakukan selama ini, sejak tahun 2004. Saya yakin ini pula yang mempertemukan saya dengan pihak GarudaFood, juga dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang memiliki keselarasan spirit dengan spirit saya. Hal-hal yang selaras pasti akan dipertemukan pada waktunya… karena hal itu sudah berada di dalam pancaran gelombang energi yang sama. Saya sangat yakin hal ini.


Tetap Semangat COY…!!!

Hebatnya lagi, berbicara di hadapan orang-orang yang memiliki spirit sama dalam hal ini yaitu para Leader GarudaFood, membuat saya semakin bertambah energi semangat saya. Saya semakin PASSION menyampaikan materi motivasi saya, dan ini juga membuat semua Leader semakin semangat dan mantap bisa mencapai target perusahaan pada tahun 2010 ini. BISA COY…!!! Begitulah saat mereka dengan penuh energi meneriakkan kesanggupan mereka mencapai target di tahun 2010 ini… BISA COY…! TETAP SEMANGAT…!!!


Bersama Bp. Fransiskus, Head of Manufacturing GarudaFood

Luar Biasa Prima! Sekali lagi saya memperoleh pengalaman yang memberdayakan dan tentunya pasti juga menghasilkan… hehehe… Senang sekali bisa ikut berbagi bersama orang-orang positif, bersemangat, dan selalu mau belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya, demi kehidupan yang lebih baik lagi. OK… GarudaFood… TETAP SEMANGAT…!!! BISA COY…!!!


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://wuryanano.wordpress.com/

ANALISIS PEGAWAI Anda! Untuk Pendelegasian…

Dear All,

Seni Mendelegasikan Tugas, memang tidak mudah untuk dipelajari dan diterapkan. Tetapi itu merupakan bentuk KETRAMPILAN MANAJEMEN yang VITAL. Jika Anda melakukannya dengan benar, maka Anda akan meningkatkan moral pegawai atau bawahan Anda, dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, dan akan meringankan beban kerja Anda sendiri.

Anda harus tahu membedakan antara pekerjaan mendesak, dan pekerjaan yang kurang mendesak tetapi lebih penting untuk Anda kerjakan. Manfaatkanlah waktu lebih banyak pada tugas penting daripada yang sepele!

Cobalah mempertanyakan kepada diri Anda sendiri, bagaimana Anda bisa memutuskan apa dan berapa banyak tugas yang akan Anda delegasikan kepada pegawai atau bawahan Anda, misalnya seperti di bawah ini:

  • Seberapa penting keputusan itu? Apakah taruhannya sedemikian besar, sehingga suatu kesalahan tidak diperkenankan? Jika demikian, maka mungkin persoalannya tidak dapat didelegasikan.
  • Walaupun Anda lebih kompeten daripada pegawai atau bawahan Anda, apakah Anda lebih dekat dengan masalahnya? Apakah keputusan Anda memang berpeluang menjadi yang lebih benar?
  • Apakah kegagalan Anda untuk mendelegasikan berarti Anda tidak cukup memberi perhatian kepada bagian pekerjaan lain yang lebih penting?
  • Apakah kegagalan Anda untuk mendelegasikan berarti Anda tidak mengembangkan pegawai atau bawahan Anda? Apakah mereka mampu untuk dikembangkan? Jika tidak, apakah mereka dapat dipindahkan atau digantikan?
  • Apakah yang sebenarnya Anda harapkan, dipandang dari sisi manajemen Anda, atau dari sudut pandang Anda sebagai owner perusahaan? Apakah penilaiannya diutamakan pada hasil, sehingga keputusan Anda harus yang benar? Apakah ada keinginan dan harapan untuk mengembangkan pegawai atau bawahan Anda?

Penting untuk Anda ketahui, persyaratan utama untuk pendelegasian efektif adalah Anda harus memiliki inventarisasi lengkap dari kemampuan, ketrampilan, kualifikasi, pengalaman, bakat khusus, minat, motivasi, sikap, potensi, maupun keterbatasan pegawai atau bawahan Anda.

Dengan membuat ANALISIS seperti itu, termasuk juga mengadakan pertemuan dengan pegawai atau bawahan Anda, untuk mendapatkan perkiraan kemampuan mereka dan aspirasi mereka, maka Anda bisa menentukan, kepada siapa tugas itu segera didelegasikan, dan siapa yang masih memerlukan bimbingan dan pelatihan lebih lanjut.

Di bawah ini ini ada beberapa cara untuk mempermudah pendelegasian bagi semua yang terlibat, sebagai berikut:

  • Anda harus sepakat lebih dulu tentang pekerjaan yang hendak di delegasikan. Ambillah semua inisiatif yang dapat Anda ambil, tanpa mengurangi hak orang lain. Jangan mendefinisikan pekerjaan terlalu sempit, karena itu akan membatasi Anda.
  • Pastikan bahwa pegawai / bawahan Anda mengerti apa yang Anda harapkan dari mereka. Beritahu mereka tentang wewenang untuk diri Anda. Buatlah daftar dari pokok pembicaraan, sehingga itu akan sangat membantu sebelum Anda mulai bertindak.
  • Siapkan kebijakan tertulis bagi pegawai / bawahan Anda, yang dapat mereka gunakan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Buatlah seperangkat kebijakan yang disusun dengan baik, dan dimengerti dengan jelas, memperkenankan mereka mengambil keputusan dan bertindak dengan penuh kepercayaan.
  • Anda harus bersikap rendah hati untuk mau mengakui bahwa orang lain mungkin dapat melakukan pekerjaan itu sama baik kualitasnya dengan Anda. Tidak benar jika Anda merasa, bahwa hanya Anda lah satu-satunya orang di perusahaan yang paling pintar, meskipun Anda itu owner atau pimpinan perusahaan.
  • Aturlah, agar pegawai / bawahan yang memperoleh delegasi langsung bertanggung jawab kepada Anda. Hal ini akan memudahkan komunikasi, membuat keputusan dengan cepat, dan memberlakukan kendali.
  • Buatlah agar mereka ini bertanggung jawab atas hasil yang dicapai dan bukan kegiatannya! Jika hasil yang diharapkan sudah dijelaskan, maka pegawai / bawahan Anda semestinya dapat memilih metode yang akan digunakannya untuk mencapainya.
  • Berikan imbalan kepada mereka yang sudah menyelesaikan sesuatu tugas dengan baik. Mereka akan menerima tanggung jawab dan berpartisipasi aktif untuk mencapai sasaran, jika mereka yang merasa bahwa hanya yang berkinerja baguslah, yang akan memperoleh imbalan setimpal dari Anda. Dan ingatlah, sebaiknya imbalan atas sesuatu hasil yang baik, seharusnya lebih besar daripada hukuman untuk sesuatu kesalahan.

Pendelegasian yang efektif memerlukan kesabaran dan penanaman waktu pada awalnya. Janganlah pendelegasian ini dipandang sebagai kesempatan untuk melepaskan pekerjaan yang tidak menyenangkan.

Juga merupakan kesalahan besar untuk mendelegasikan terlalu banyak pekerjaan tanpa arti, terutama selama waktu Anda tidak terlalu sibuk. Sikap pendelegasian seperti itu dapat membuat pegawai / bawahan Anda menganggap semua pendelegasian tugas di masa datang sebagai hal yang tidak penting.

Secara ideal, pendelegasian semestinya membantu pegawai / bawahan tidak saja untuk mengembangkan ketrampilannya, tetapi juga daya penilaiannya. Mereka harus mengerti keputusan seperti apa yang boleh mereka buat. Jika wewenangnya untuk membuat keputusan terlalu terbatas, maka itu akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri atas kemampuannya untuk menangani tanggung jawab. PENDELEGASIAN yang EFEKTIF, itu mencakup HAK untuk MEMBUAT KEPUTUSAN dan KESALAHAN.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

ALASAN UMUM Tidak Mendelegasikan Tugas…

Dear All,

Di dalam bisnis, ada KENIKMATAN yang dapat kita peroleh dari berhasilnya PENDELEGASIAN TUGAS kepada para pegawai atau bawahan kita, yaitu MELIHAT MEREKA BERKEMBANG dan BERTUMBUH dalam karier bisnis mereka. Pendelegasian, pada dasarnya adalah membimbing orang, dan itu sebenarnya membantu orang untuk menolong diri sendiri. Itulah Seni Mendelegasikan Tugas!

Meskipun begitu, masih cukup banyak diantara kita yang memiliki sejumlah alasan, mengapa mereka enggan untuk memberikan kendali pekerjaan mereka kepada pegawai atau bawahannya. Biasanya hal ini disebabkan oleh pengalaman kesulitan dan kegagalan dalam mendelegasikan tugas di masa lalu.

Memang sebenarnya ada kecenderungan alamiah pada sebagian besar dari kita, untuk melepaskan dan memberikan tugas kepada pegawai atau bawahan kita, secara begitu saja tanpa persiapan sebelumnya. Seperti saya sebutkan di awal, bahwa Anda seharusnya juga memberikan bimbingan lebih dulu secara efektif kepada pegawai atau bawahan Anda, agar mereka ini bisa menggantikan tugas yang Anda delegasikan itu. Jika hal ini tidak Anda lakukan, maka itu bisa menyebabkan kegagalan pendelegasian tugas. Akibatnya timbullah sejumlah alasan umum, mengapa Anda tidak mendelegasikan tugas.

Di bawah ini sejumlah alasan paling umum mengapa tidak mendelegasikan tugas, dari pimpinan, manajer, bahkan owner perusahaan, sebagai berikut:

  1. Pendapat keliru, bahwa “Hanya saya yang dapat melakukannya lebih baik”.
  2. Menuntut, bahwa setiap orang “harus mengetahui semua rincian”.
  3. Mengutamakan beroperasi / bekerja sendirian.
  4. Ketidakpastian tujuan.
  5. Khawatir tidak akan disenangi.
  6. Tidak adanya pengalaman dalam pekerjaan atau mendelegasikan.
  7. Tidak mempercayai pegawai atau bawahan.
  8. Menolak untuk mengakui kesalahan.
  9. Ingin selalu sempurna, sehingga bisa mengarah ke pengendalian yang berlebihan.
  10. Tidak adanya ketrampilan organisasi dalam membuat beban kerja menjadi seimbang.
  11. Tidak meyakini tugas dan tidak mampu menjelaskannya.
  12. Cenderung memang tidak mau mengembangkan pegawai atau bawahan.
  13. Gagal memantapkan kendali secara efektif, dan sulit bertindak lebih lanjut.
  14. Kegagalan mendelegasikan wewenang sesuai dengan tanggung jawab individu.

Nah, di sinilah perlunya peran bimbingan kepada pegawai atau bawahan sangat penting, sebelum Anda mendelegasikan tugas kepada mereka. Hubungan bimbingan sebaiknya bukan dengan “gaya komandan militer”, tetapi lebih bersifat gaya manajerial konsultatif.

Dengan gaya manajerial konsultatif ini, maka Anda akan melihat pegawai atau bawahan Anda menjadi sangat termotivasi berhasrat untuk meningkatkan ketrampilannya, dan Anda juga akan memperoleh manfaat dari beban kerja yang sangat berkurang karena sudah diambil alih oleh pegawai atau bawahan Anda. Dengan demikian, Anda akan memperoleh keleluasaan waktu lebih banyak lagi, guna memikirkan dan merencanakan program-program bisnis Anda selanjutnya.

Ingatlah ini, salah satu teknik paling produktif untuk mengembangkan orang, agar orang itu bisa semakin berkembang kemampuannya, sehingga dapat meringankan beban kerja, adalah dengan MEMBIMBING. Buanglah sejumlah alasan umum seperti di atas. Oleh sebab itu, bimbinglah pegawai atau bawahan Anda secara efektif, dan delegasikan tugas kepada mereka, agar Anda bisa semakin mengembangkan dan melejitkan bisnis-bisnis Anda.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers