
“Dan (ingatlah) di waktu Tuhan kalian memperingatkan. Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmati-Ku kepada kalian; dan jika kalian mengingkarinya, maka azab-Ku amat berat sekali”. (Al-Qur’an, Surat Ibrahim: 7)
“(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”. ( Al-Qur’an, Surat Al-Muddatstsir: 37 – 38 )
“Dan jika kamu berbuat kebaikan, maka kamu berbuat kebaikan untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kamu sendiri yang akan menderita”. (Al-Qur’an, Surat Al-Isra: 7)
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Al-Qur’an, Surat Ar-Ra’d: 11)
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain dari apa yang telah diusahakannya”. (Al-Qur’an, Surat An-Najm: 39)
“Dan bagi masing – masing orang memperoleh derajat – derajat ( seimbang ) dengan apa yang dikerjakannya”. (Al-Qur’an, Surat Al An’aam : 132)
“Dan bahwasanya Dia (Allah) yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan”.
( Al-Qur’an, Surat An-Najm: 48 )
“Bekerjalah untuk duniamu seakan – akan kamu hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan – akan kamu mati esok”. (Hadits Riwayat Turmudzi)
“Sesungguhnya Allah Suka Melihat wujud nikmatNya atas hambaNya”. (Hadits Riwayat Turmudzi)
Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, jika salah seorang di antara kalian berangkat pagi untuk mencari kayu yang ia panggul di atas punggungnya, lalu ia menyedekahkannya dan tidak memerlukan pemberian manusia; maka itu adalah lebih baik daripada ia meminta kepada seseorang, baik orang lain itu memberinya ataupun tidak. Karena, tangan yang di atas (yang memberi) lebih utama daripada tangan yang di bawah (yang menerima). Dan mulailah dengan orang yang engkau tanggung”. (Hadits Riwayat Abu Hurairah)






Sungguh renungan yang dahsyat…
Setelah saya mengikuti Training ESQ beberapa yang lalu, saya juga tambah merasakan keyakinan betapa semua petunjuk yang kita butuhkan untuk bahagia dunia dan akhirat, semua ada dalam Al Qur,an. Hanya kita sering lupa dan bahkan jauh dari kitab Alloh tersebut.
Salam damai dalam petunjuk Al Qur’an,
Agus R. (Raden Kamandaka, ha..ha..ha..)
Assalamualaikum Wr Wb.
Wah Mas Nano, terima kasih saya mendapat tambahan pencerahan nih, melihat kolom renungan motivasinya. Memang pas kebetulan saya membutuhkan itu. I’ll get back to you after I finished reading your books.Saya pasti akan perlu belajar banyak dari anda.
Terima kasih atas kunjungan ke blog saya.
Wass.
Mas Nano bagus sekali tulisan renungan motivasi ini
Semoga saya bisa mengamalkanya
Sukses Selalu
Wow…sungguh ok lho renungannya, walaupun saya berbeda agama dengan bapak, tapi saya ambil banyak intinya lho……omong2 bapak coba mampir kesitu saya yah….masih ingat EBOOKDONG
nah ini ada 1 blog lagi yang saya buat dibawah ini:
http://ariewijaya.blogspot.com
masih baru, jadi ndak banyak postingnya, tapi di dalamnya ada 1 postingan saya berisi motivasi dari orang se sukses Bapak…..
Selamat mencoba
assalamualaikum
ini renungan yang dalemm banget, semoga benar-benar bisa membangkitkan motivasi saya yang lagi tidurr.
assalamualaikum
saya yang kemaren tiba2 menggangu mas..
maaf ya…
saya maro pane
mahasiswa Teknik Metalurgi & Material UI
senang bisa berkenalan dengan seorang motivator..
saya yakin setiap kata2 yang di ucapkan pasti punya makna tersendiri..
apalagi yang berdasarkan Al-Quran dan Hadist itu lebih kuat lagi jadinya..
keren…
Assalamu’alaikum.
Mas, tolong dicek lagi hadits yang ini:
“Bekerjalah untuk duniamu seakan – akan kamu hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan – akan kamu mati esok”. (Hadits Riwayat Turmudzi)
Yang saya tahu itu hadits maudlu’ (palsu) yang menurut ulama, hadits maudlu’ tidak bisa dijadikan hujjah (incl motivasi)
Dan juga ayat ini;
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Al-Qur’an, Surat Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini banyak disalah-artikan orang sebagai alasan untuk bekerja keras dan menuai hasil besar dikancah dunia dan kenikmatannya. Padahal ayat itu digunakan untuk menunjukkan kontradiksi ni’mat dan ‘adzab.
Nuwun sewu, matur nuwun sekalian salam kenal
matur nuwun. sangat mencerahkan.
Wah makasih pak buat renungan motivasinya
Saat ini (dan selamanya) sedang membutuhkannya
Saya sendiri seorang Mahasiswa yang sedang merintis bisnis & mencoba bangkit dari keterpurukan…
Sekali lagi, Terima Kasih
Al Quran itu sumber motivasi yang tak pernah habis digali. Semakin dalam digali, semakin banyak mutiaranya. Sukses!
Salut … no future comment
Asslm wr wb
Al Qur’an memang penuh ayat yang membangkitkan motivasi untuk meraih kemenangan dan sukses hidup didunia dan akhirat. Sebagian ayat yang memberi motivasi untuk kehidupan dunia telah diambil oleh orang di barat sana, dan mereka berhasil sukses didunia. Sayang mereka kurang peduli dengan bimbingan untuk sukses di akhiratnya.
Ambillah Qur’an secara menyeluruh hingga dapat meraih sukses dunia dan akhirat. Dunia dan akhirat adalah satu kesatuan jangan dipisahkan.
assalam..
trima kasih banyak,
smoga dapat menjadi lebih baik lagi.
Assalamualauikum,
Semoga artikel yang dibuat oleh pak wurya dapat bermanfaat bagi khalayak ramai. Semoga pak wurya selalu memberikan motivasi-motivasi yang didasarkan pada kalimat-kalimat al-quran sebagai petunjuk hidup umat manusia.
semoga Alloh memberikan kita semua keridhoannya. Amin.
luar biasa referensi dorongan motivasi buat kita yang lagi berusaha wiraswasta … kita memang membutuhkan pencerahan2 agar hati kita senantiasa bersih, mental kita senantiasa kuat, dan motivasi senantiasa terjaga, lebih dari itu semua kita niatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah swt
saya pengen banget ikut programnya pak nano, tapi kayanya ga ada yg di jakarta ya? sy di jakarta. tks
JAWABAN:
Iya nih, belum sempat ngatur waktunya untuk luar Surabaya…maaf ya…
“Bekerjalah untuk duniamu seakan – akan kamu hidup selamanya.—–> Tak perlu terlalu memaksakan diri untuk mencapai keberhasilan dunia, toh hidup masih panjang, jika ada urusan akhirat bersamaan dgn urusan dunia, maka dahulukan akhirat, krn urusan dunia masih ada waktu lain yg sangat panjang. Jika sangat banyak nikmat dunia yg didapat, maka sangat banyak pula hisab nya.
Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan – akan kamu mati esok”—-> Tak ada alasan sedikitpun untuk menunda urusan-urusan akhirat, karena kesempatanmu cuma hari ini, mungkin esok kamu sudah mati.
assalamu’alaikum
terima kasih atas infonya…sangat membantu saya dalam penyelesaian tugas akhhir minggu ini
thanks ya….
saya jadi terbantu
Saya amat teruja dengan pembacaan yang sedikit melalui internet.Semoga Allah memberkati usaha tuan.
Dan (ingatlah) di waktu Tuhan kalian memperingatkan. Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmati-Ku kepada kalian; dan jika kalian mengingkarinya, maka azab-Ku amat berat sekali”. (Al-Qur’an, Surat Ibrahim: 7)
Saya sedang belajar memiliki Sikap syukur..terimakasih infonya…
syukurlah..ada buanyak pencerahan….Manusia layaknya sebagai barang tambang. Semakin ada proses untuk jenjang mengkwalitaskannya. Sehingga nilainya lebih tinggi derajatnya. Baik Dunia maupun Akhirat.
Wahai Raja, wahai Saudagar, wahai Pengusah, wahai Petani, wahai Pedagang, wahai siapa saja….Kebahagiaanmu adalah hanya dg mentaati Allah taala ikut Sunnah Muhammad Rasulullah saw.
Kapan Bapak memberi Support di GrahaPena Makassar…?
Disini Banyak intruksi “Bunuh…& ….Saudara di Sop” he he
(bunuh air, bunuh lampu, dll Sop Saudara yang buat lidah menari kelezatan) thanks By, ilham28 Timika Makassary.
percaya saja bahwa semua akan baik2 saja,
masih ragukah kita dengan JAMINAN ALLAH..? Padahal DIA MUSTAHIL MENYALAHI JANJI..! Ada yg tdk beres pd sistem keyakinan kita (belief system) jika masih juga penuh keluh, tidak punya keyakinan diri, menutup diri, ini kerugian.. dan DIRAGUKAN IMANNYA!
Sukses ATAS KITA SEMUA, Amien..
Amazing efforts, and really comprehensive. Creates you appear honest, which may be arduous to happen by currently.
keep posting, om..
sangat menyentuh mas….
assalamualaikum,,,
terimakasih, smoga menjadi lebih baik lagi untuk ke depannya
itu sebagian kecil ayat-ayat al-qur’an diterapkan dalam individu begitu dasyatnya dapat dirasakan, padahal al-qur’an diturunkan untuk mengatur segala aspek kehidupan baik diri sendiri,diri dengan orang lain,negara dan lain2. tidak seperti saat ini hanya diambil yang dirasa enak yang bertentangan dengan hawa nafsu ditinggalkan . padahal kita diperinta untuk masuk keseluruhan bukan setengah2
thanks. merupakan motivasi buat kami
Subhanalloh, sangat bagus pak,, . !!!
“Dan jika kamu berbuat kebaikan, maka kamu berbuat kebaikan untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kamu sendiri yang akan menderita”. (Al-Qur’an, Surat Al-Isra: 7)
Asalamualaikum wr. wb.
buat bapak yang punya blog.. dan punya ilmu DAYA SAKTI BAYU SUKMA ajarin dunk ilmunya buat aku.
hehehe… Serius ni. pak. Salam damai.
wasalaumulaikum wr. wb.
Asalamualaikum wr. wb
Sangat bagus pak, terima kasih yang banyak semoga bermanfaat bagi generasi penrus kita. amiin
wasalaumulaikum wr. wb
motivasi mantap dari alqur’an.
makasih postingannya pak.
Alhamdulillah terima kasih Pak Wuryanano atas pencerahannya, smoga ALLAH selalu melindungi Bapak & Keluarga. Amiieeen
. O ya numpang Copas ya bwt Referensi..
sangat indah…dan perlu di kopas..cooolllll
saya punya pandangan beda tentang pekerjaan untuk dunia dan pekerjaan untuk akherat. pekerjaan untuk dunia yaitu pekerjaan yang tidak memiliki akibat diakherat ( tidak berdosa dan tidak berpahala) yaitu jika kita melakukan pekerjaan baik (tentu tidak berdosa) dikerjakan bukan karena Allah (tidak berpahala). pekerjaan untuk akherat (berpahala atau berdosa) ; 1. Niat baik karena Allah. 2. Niat buruk yang dibatalkan karena Allah. 3. Tindakan baik karena
Allah. (1,2,3 berpahala ). 4. Tindakan jelek oleh siapapun karena apapun ini urusan akherat karena berdosa. Dzikir dimasjid bagus, dzikir dikantor waktu menghitung uang negara, atau dipasar waktu menimbang melayani konsumen juga bagus. Setiap gerak, hati, pikiran, dan tindakan yang baik dapat diniatkan ibadah. ketika sudah diniatkan ibadah maka pekerjaan itu adalah pekerjaan besar sebab Allah Maha Besar), harus dikerjakan dengan benar sesuai ilmu, dengan sungguh sungguh (jihad) ,, tepat waktu secara efisien, dan harus mengutamakan sholat. Setiap Do’a diijabah oleh Allah pasti sebab itulah janji Allah tapi jangan lupa Allah mengetahui kesungguhan usaha kita. Do’a ibadah, usaha juga ibadah. 24 jam/hari adalah ibadah. Urusan dunia adalah pekerjaan baik yang dikerjakan bukan karena Allah ! Itu adalah inti kebangkitan Islam ! Tujuannya adalah sukses. Sukses ada dua : 1. jika do’a dan harapan kita terkabul. 2. jika berhasil mengisi waktu kita dengan karya bermutu dan berpahala ! Al Qur’an ialah petunjuk bagi orang yang bertaqwa dalam mencapai sukses demi sukses dari waktu kewaktu. 2. periode waktu yang dapat kita kelola yakni waktu antara takbir-salam (dikelola secara tepat & disiplin) dan waktu antara salam-takbir sholat berikutnya (dikelola secara efisien). Bahwa suara takbir muadzdzin adalah suara kebangkitan untuk berjihad berpacu dengan waktu secara disiplin dan efisien, melawan kebodohan, keterpurukan, kedloliman, kemaksiatan, kemalasan, kekufuran, kemunafikan, kefasikan terutama yang ada dalam diri kita.
salam kenal
Thank you very much for your great article. I really inspire me to become a better people.
assalamualaikum pak,,
saya zaria, siswa smkn 1 sooko yg bpak dtangi,, motivasi dari bpak bnar2 memotivasi saya untuk menjadi seseorang yg sukses, klo boleh, d ajarin ilmunya dong pak???
terima kasih dan sllu sukses buat bapak. . .